Harga telur ayam di pasaran selalu berubah-ubah dan tidak pernah tetap. Harga tersebut selalu berfluktuasi dan tidak bisa ditentukan secara pasti dari hari ke hari. Hal ini terjadi karena telur ayam negeri memiliki permintaan pasar yang tidak selamanya sama, tergantung dari mekanisme pasar yang ada. Jika permintaan pasar naik, maka harga telur ayam negeri akan naik. Begitupun sebaliknya. Itulah mekanisme pasar secara ekonomi yang pasti akan terjadi.

Harga Telur Ayam di Pasaran yang Tidak Menentu

Hal-hal yang cukup menjadi masalah dalam jual beli telur ayam negeri adalah seseorang, baik pedagang maupun konsumen, tidak akan pernah tahu kapan harga telur ayam negeri di pasaran naik dan kapan harga tersebut turun. Hal ini terjadi karena perubahan harga di pasaran tidak berlaku secara periodik ataupun teratur, karena semuanya tergantung dari kondisi pasar yang ada, yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor tersebut antara lain:

  • Cuaca atau musim

Cuaca atau musim adalah faktor alam yang akan mempengaruhi proses pengiriman telur. Jika musim buruk, dan pengiriman telur terhambat, maka harga di pasaran pun akan mengalami perubahan yang signifikan.

  • Faktor bencana alam

Adanya bencana alam juga berpengaruh. Apalagi jika bencana alam tersebut menghambat distribusi telur. Atau jika bencana alam tersebut menyerang tempat-tempat peternakan ayam petelur. Maka harga pasar juga akan berubah.

  • Isu yang berkembang di masyarakat

Adanya isu-isu yang berkaitan dengan peternakan ayam petelur yang berkembang di masyarakat akan mempengaruhi daya minat konsumen. Misalnya jika ada isu yang marak mengenai penyakit atau virus yang menyerang unggas. Hal itu akan berpengaruh pada tinggi dan rendahnya permintaan yang berakibat pada perubahan harga.

Update harga telur ayam di pasaran hanya bisa dilakukan hari itu juga, ketika pedagang memperoleh pasokan telur dari distributor, atau ketika konsumen akan membeli telur dari para pedagang di pasaran. Penentuannya adalah berdasarkan permintaan pasar, baik itu permintaan dari pihak konsumen, pihak pedagang, dan pihak distributor sekalipun.

Jika daya serap pasar naik, dan permintaan pedagang akan telur ayam negeri meningkat, maka pihak peternak akan menjual hasil panennya dengan harga yang tinggi. Distributor pun akan menjual kepada para pedagang dengan harga yang tinggi juga. Namun jika permintaan dari pedagang turun, maka pihak produsen akan menjual dengan harga yang relatif lebih rendah. Akibatnya, konsumen juga akan mendapatkan telur dengan harga yang lebih rendah.

Oleh karena itu, pebisnis di dunia telur ayam negeri, baik itu pedagang, distributor, ataupun peternak, harus selalu memperhatikan perkembangan harga telur ayam di pasaran hari ini. Hal ini ini berkaitan dengan penentuan harga jual, agar tidak terjadi kerugian yang terlalu besar jika sewaktu-waktu harga telur ayam negeri mengalami penurunan yang signifikan.

Pemantauan akan harga telur hari ini juga penting untuk menentukan harga jual yang kompetitif. Karena jika harga jual terlalu tinggi, sedangkan di tempat lain ada pedagang yang menjual dengan harga yang relatif rendah, maka konsumen juga tidak akan membelinya. Sebaliknya, jika harga di pasaran ternyata sangat tinggi, namun pedagang menjual dengan harga yang sangat rendah, maka konsumen pun akan meragukan kualitas telur yang ada. Jadi, sebagai pebisnis di dunia telur ayam negeri, carilah informasi harga yang bersaing, yang tidak terlalu terpaut jauh dengan harga telur hari ini. Itulah kondisi harga telur ayam di pasaran dan faktor-faktor pembentuknya. Semoga bermanfaat.